SPI IAIN SAS Babel Lakukan Monitoring KKN Di Beltim, Kades-Kades Minta Kepulangan Mahasiswa Ditunda

avatar Vera Wahyuni
Vera Wahyuni

192 x dilihat
SPI IAIN SAS Babel Lakukan Monitoring KKN Di Beltim, Kades-Kades Minta Kepulangan Mahasiswa Ditunda

IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Institut Agama IsIam Negeri (IAIN), Syaikh Abdurrahman Siddik  Bangka Belitung 2024 di Belitung Timur (Beltim) tinggal menghitung hari.

Kegiatan KKN yang mengusung tema Moderasi Beragama ini diberangkatkan tanggal 26 Juni 2024 dan berakhir 4 Agustus 2024.

Satuan Pengawas Internal (SPI), IAIN SAS Babel dalam kesempatan ini melakukan monitoring dan pengawasan terkait pelaksanaan KKN, yang meliputi mahasiswa sebagai peserta KKN di beberapa posko, masyarakat hingga pemerintah desa di Beltim. (Rabu, 31/7/2024) sampai Kamis (1/8/2024).

Kepada Kepala SPI IAIN SAS Babel, Muhammad Edy Waluyo, Kepala Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Djus'an mengatakan merasa sangat terbantu dalam berbagai kegiatan di desanya dengan adanya mahasiswa KKN.

Ia sangat berharap waktu pelaksanaan KKN bisa ditambah dari jadwal yang telah ditentukan. Karena menurutnya terlalu singkat, sedangkan keberadaan mereka diingkan pihak desa.

"Kalau bisa ditambahlah waktu pelaksanaan anak KKN ini, kami dari pihak desa sangat terbantu. Terbantu dalam artian memberikan pemahaman ide-ide cemerlangnya untuk desa termasuk kegiatan sosial keagamaan hingga pentingnya pendidikan bagi generasi muda," terangnya

Selama berada di lingkungan desa, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel mudah membaur dengan masyarakat yang diiringi kesantunan dan keluhuran budi pekerti.

Program kerja yang dijalankan sesuai dengan tema pelaksanaan KKN. Mereka juga terlibat dalam membantu dan mendukung kegiatan yang ada di desa.

"Misalnya mereka memberikan penyuluhan kepada generasi muda, membantu mengajar di sekolah, terlibat dalam persiapan gotong royong di desa hingga persiapan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," tegasnya

Di sisi lain, Sekretaris Desa Renggiang Kecamatan Simpang Renggiang, Juli menuturkan hal tidak jauh berbeda tentang waktu kepulangan mahasiswa KKN.

Menurutnya, waktu kepulangan bisa ditunda atau pelaksanaan KKN IAIN bisa ditambah. Mahasiswa KKN kemudian bisa melanjutkan program kerjanya di desa Renggiang.

"Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel ini sangat baik secara sikap dan perilakunya, tidak ada permasalahan selama mereka berinteraksi dengan masyarakat desa, program kerja mereka juga memberikan manfaat, seperti dalam bidang pendidikan, keagamaan dan mendukung kegiatan di desa. Sebetulnya kalau bisa ditambah waktu mereka ini, kami dari pihak desa sangat menerima dan mendukung," tuturnya.

Kadus Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Alfi Fadillah juga menyampaikan hal serupa tetang pelaksanaan KKN IAIN SAS Babel bisa diperpanjang. Ia berharap juga bisa lebih dekat dalam berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan mereka.

Sementara di posko Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Desriansyah mengaku senang bisa ikut terlibat dalam KKN di Beltim.

Menurutnya, masyarakat di Desa Buding sangat mendukung adanya mahasiswa KKN, terbukti dalam setiap kegiatan yang dilakukan pihaknya selalu disambut antusias oleh masyarakat.

"Misalnya pada waktu perayaan Muharram kemarin, kami melaksanakan program keagamaan sangat meriah, baik itu Pemerintah Desa sampai masyarakat terlibat memeriahkannya. Program kerja kami lainnya juga didukung mereka," ungkap Desriansyah

Mahasiswa KKN di Desa Padang, Kecamatan Manggar, Sumartina juga mengatakan hal serupa tentang kehadiran dan pelaksanaan kegiatan KKN di wilayah mereka.

"Secara umum kami sangat betah dan terbantu dalam melaksanakan KKN dan menjalankan program kerja yang telah dibuat, kami didukung desa dan masyarakat setempat dalam menjalankannya," kata Sumartina .

Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Drs. Burhanuddin di rumah dinasnya mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya terhadap IAIN yang memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Daerah Beltim sebagai lokasi KKN. Lebih lanjut bapak Bupati berharap bahwa mahasiswa peserta KKN dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan kegiatan yang inovatif, kreatif, serta memiliki dampak jangka panjang yang positif. Kemudian program-program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk-bentuk lain bisa terus dikembangkan sehingga dapat memperkuat IAIN SAS Babel dan Pemerintah Daerah Belitung Timur dalam skema simbiosis mutalisme(*)