<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>https://spi.iainsasbabel.ac.id/</title>
		<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/feed</link>
		<language>id-ID</language>
		<description>Satuan Pengawas Internal IAIN SAS Babel</description>
		<dc:language>id-ID</dc:language>
		<dc:creator>spi@iainsasbabel.ac.id</dc:creator>
		<image>
			<url>https://spi.iainsasbabel.ac.id/assets/images/logo/02bb20cc35ac13cd45e00f2b874185c1.png</url>
			<title>Satuan Pengawas Internal IAIN SAS Babel</title>
			<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/</link>
		</image>

		<dc:rights>Copyright 2026</dc:rights>
		<admin:generatorAgent rdf:resource="https://spi.iainsasbabel.ac.id/" />

		
			<item>
				<title>Studi Tiru IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tentang  Manajemen Risiko</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/studi-tiru-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-ke-uin-syarif-hidayatullah-jakarta-tentang-manajemen-risiko</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/studi-tiru-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-ke-uin-syarif-hidayatullah-jakarta-tentang-manajemen-risiko</guid>
				<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 01:42:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Ciputat – Senin, 17 November 2025</p><p style="text-align:justify;">Satuan Pengawasan Internal (SPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan kunjungan studi ke SPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka studi tiru penguatan manajemen risiko. Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting SPI, Gedung Rektorat Lantai III, dan berjalan dengan baik serta lancar.</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Kepala SPI UIN Jakarta, Dr. Yulianti, M.Si., CGAE., CFA., CPAM, yang memaparkan profil SPI UIN Jakarta serta peran strategisnya dalam upaya pencegahan dan deteksi risiko di lingkungan universitas.</p><p style="text-align:justify;">Acara dilanjutkan dengan arahan oleh Sekretaris SPI, Ahmad Afandi, SE., ME., CRMP., PIA., CPIA., CFA, kemudian pemaparan teknis terkait implementasi dan pengelolaan manajemen risiko oleh Yudi Setiadi, SE., M.E., CRMP., PIA., CFA., CPIA.</p><p style="text-align:justify;">Sesi diskusi terbuka antara kedua pihak turut menguatkan pemahaman bersama mengenai pengelolaan risiko dan pengawasan internal. Banyak insight baru yang didapat terutama tentang teknis pembuatan manajemen risiko dimulai dari penentuan konteks hingga monitoring hasil pengendalian risiko. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya silaturahim dan kolaborasi antarlembaga.</p><p style="text-align:justify;">Melalui kegiatan ini, diharapkan kedua institusi dapat memperkuat manajemen dan mitigasi risiko di lingkungan perguruan tinggi serta membangun kerja sama berkelanjutan demi terciptanya tata kelola kampus yang andal dan akuntabel.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Rapat Koordinasi Pengisian Maturitas SPIP</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/rapat-koordinasi-pengisian-maturitas-spip</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/rapat-koordinasi-pengisian-maturitas-spip</guid>
				<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Sehubungan dengan surat Nomor 84/B.IV/OT.01.2/07/2025 tentang Pelaksanaan Penilaian Mandiri Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi pada Kementerian Agama maka diadakan rapat koordinasi pengisian Penilaian Maturitas SPIP. &nbsp;Kegiatan ini diadakan tanggal 22 Juli 2025 di Ruang Rapat Lt.2 &nbsp;Gedung Terpadu, diikuti oleh Kabag ULA, Kepala TIPD, Kasubag Layanan Akademik, Kasubag Tata Usaha , Perlengkapan dan Rumah Tangga, Tim Perencanaan, Tim Keuangan, Tim Kepegawaian, Tim Humas dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa serta JFT Analis Kebijakan.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>SPI IAIN SAS Gelar Sosialisasi Manajemen Risiko: Dorong Setiap Unit Kerja Mampu Pemetaan dan Pengelolaan Risiko</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-gelar-sosialisasi-manajemen-risiko-dorong-setiap-unit-kerja-mampu-pemetaan-dan-pengelolaan-risiko</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-gelar-sosialisasi-manajemen-risiko-dorong-setiap-unit-kerja-mampu-pemetaan-dan-pengelolaan-risiko</guid>
				<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 02:31:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Bangka, 7 Juli 2025</strong> – Satuan Pengawasan Internal (SPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan <strong>Sosialisasi Manajemen Risiko</strong> pada Senin, 7 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di <strong>Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Terpadu IAIN SAS Bangka Belitung</strong> ini diikuti oleh seluruh <strong>pegawai IAIN SAS</strong>, termasuk <strong>Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024</strong>.</p><p>Kegiatan ini bertujuan untuk <strong>meningkatkan pemahaman seluruh pegawai mengenai konsep dan penerapan manajemen risiko</strong> dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung. Melalui sosialisasi ini, SPI berharap setiap unit kerja mampu <strong>melakukan pemetaan risiko secara mandiri, menyusun langkah mitigasi, serta mengelola risiko secara efektif dan berkelanjutan</strong>.</p><p>Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah <strong>Aaqilatul Mumtaazah, A.Ak., M.Ak.</strong>, yang menyampaikan materi bertajuk <i>“Pedoman Manajemen Risiko”</i>. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman mengenai <strong>identifikasi risiko, analisis dampak, penyusunan strategi mitigasi, hingga pemantauan risiko secara berkala</strong>.</p><blockquote><p>“Manajemen risiko bukan hanya tanggung jawab SPI, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja setiap unit. Dengan pemetaan risiko yang tepat, kita dapat mencegah potensi hambatan dalam mencapai tujuan organisasi,” ujar Aaqilatul dalam penyampaian materinya.</p></blockquote><p>Kegiatan yang berjalan interaktif ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman terkait risiko yang mungkin muncul di unit kerja masing-masing. Respon positif ditunjukkan oleh para peserta, yang mengaku mendapatkan <strong>wawasan baru dalam mengelola risiko secara terstruktur dan sistematis</strong>.</p><p>Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, SPI mendorong setiap unit kerja untuk <strong>menyusun daftar risiko (risk register)</strong>, melakukan <strong>evaluasi risiko secara berkala</strong>, serta menyiapkan <strong>rencana mitigasi</strong> agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan efektif, efisien, dan sesuai tujuan.</p><p>Kepala Satuan Pengawasan Internal IAIN SAS Bangka Belitung, <strong>Muhamad Edy Waluyo, M.S.I</strong>, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi <strong>langkah awal dalam membangun budaya sadar risiko</strong> di lingkungan kampus.</p><blockquote><p>“Dengan pemahaman yang baik tentang manajemen risiko, kita tidak hanya mampu mengantisipasi tantangan, tetapi juga meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan berkelanjutan,” ujarnya.</p></blockquote><p>Melalui kegiatan sosialisasi ini, SPI IAIN SAS Bangka Belitung berkomitmen untuk terus <strong>menguatkan sistem pengendalian internal</strong> dan <strong>mendorong terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang baik (good governance)</strong> di seluruh unit kerja.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Menolak Nepotisme: Mewujudkan Keadilan dan Profesionalisme di Tempat Kerja</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/menolak-nepotisme-mewujudkan-keadilan-dan-profesionalisme-di-tempat-kerja</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/menolak-nepotisme-mewujudkan-keadilan-dan-profesionalisme-di-tempat-kerja</guid>
				<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 04:29:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Nepotisme adalah praktik memberikan perlakuan istimewa kepada keluarga, kerabat, atau teman dekat dalam dunia kerja atau pemerintahan tanpa mempertimbangkan kompetensi dan kualifikasi. Praktik ini dapat merusak sistem meritokrasi dan menciptakan lingkungan yang tidak adil, sehingga harus ditolak demi terciptanya profesionalisme dan transparansi.</p><h4><strong>Apa Itu Nepotisme?</strong></h4><p>Nepotisme berasal dari kata Latin <i>nepos</i>, yang berarti "keponakan" atau "cucu". Dalam konteks modern, nepotisme merujuk pada tindakan memberikan keuntungan, seperti pekerjaan, promosi, atau proyek, kepada anggota keluarga atau orang terdekat tanpa melalui proses seleksi yang adil. Praktik ini sering ditemukan dalam sektor pemerintahan, bisnis, hingga organisasi sosial.</p><h4><strong>Dampak Negatif Nepotisme</strong></h4><p>Nepotisme membawa berbagai dampak buruk bagi individu, organisasi, dan masyarakat secara keseluruhan, di antaranya:</p><ol><li><strong>Menurunkan Kualitas SDM</strong> – Mempekerjakan seseorang hanya karena hubungan keluarga tanpa mempertimbangkan kompetensi akan menghambat kinerja organisasi.</li><li><strong>Melemahkan Moral Pegawai</strong> – Rekan kerja yang lebih kompeten tetapi tidak mendapatkan kesempatan akan merasa tidak dihargai, sehingga menurunkan motivasi kerja.</li><li><strong>Mengurangi Kepercayaan Publik</strong> – Dalam pemerintahan dan bisnis, nepotisme dapat merusak citra institusi karena dianggap tidak profesional dan tidak adil.</li><li><strong>Meningkatkan Risiko Korupsi</strong> – Praktik nepotisme sering kali berjalan seiring dengan kolusi dan korupsi karena hubungan kekeluargaan yang cenderung melindungi kepentingan pribadi.</li><li><strong>Menghambat Inovasi dan Kemajuan</strong> – Organisasi yang dipenuhi orang-orang yang masuk berdasarkan hubungan, bukan kemampuan, akan sulit beradaptasi dengan perubahan dan inovasi.</li></ol><h4><strong>Cara Menolak dan Mencegah Nepotisme</strong></h4><p>Untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan profesional, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:</p><ol><li><strong>Menegakkan Sistem Meritokrasi</strong> – Setiap rekrutmen dan promosi harus didasarkan pada kualifikasi, pengalaman, dan kemampuan, bukan hubungan personal.</li><li><strong>Menerapkan Transparansi dalam Rekrutmen</strong> – Proses seleksi harus terbuka, dengan standar yang jelas dan objektif, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama.</li><li><strong>Membangun Pengawasan yang Ketat</strong> – Dibutuhkan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang dalam pemberian jabatan atau posisi strategis.</li><li><strong>Mendorong Pelaporan dan Perlindungan Whistleblower</strong> – Pegawai yang mengetahui adanya nepotisme harus diberi perlindungan hukum jika ingin melaporkan kasus tersebut.</li><li><strong>Menanamkan Budaya Profesionalisme</strong> – Institusi harus menanamkan nilai-nilai integritas, etika kerja, dan profesionalisme sejak dini, baik dalam pendidikan maupun di tempat kerja.</li></ol><h4><strong>Kesimpulan</strong></h4><p>Nepotisme adalah ancaman serius bagi keadilan, transparansi, dan profesionalisme di berbagai sektor. Dengan menegakkan sistem berbasis meritokrasi dan transparansi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih kompetitif, adil, dan berintegritas. Oleh karena itu, mari bersama-sama menolak segala bentuk nepotisme demi masa depan yang lebih adil dan berkualitas!</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Sinergisitas Antara IAIN SAS Babel dan Ombusman RI Perkuat Kerjasama Sektor Pelayanan Publik</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/sinergisitas-antara-iain-sas-babel-dan-ombusman-ri-perkuat-kerjasama-sektor-pelayanan-publik</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/sinergisitas-antara-iain-sas-babel-dan-ombusman-ri-perkuat-kerjasama-sektor-pelayanan-publik</guid>
				<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 04:23:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>IAIN SAS BABEL-- Institut Agama IsIam Negeri (IAIN), Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS), Bangka Belitung (Babel), menerima kunjungan Ombusman perwakilan Bangka Belitung dalam rangka memperkuat kerjasama bidang pelayanan publik, Kamis (30/1/2025).</p><p>&nbsp;</p><p>Kegiatan ini dihadiri Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, seluruh dekan di lingkungan IAIN SAS Babel, Direktur Pascasarjana, para ketua lembaga, kepala SPI dan kepala bagian umum dan layanan akademik. Hadir dari Ombusman Republik Indonesia perwakilan Babel, Kepala Perwakilannya, Sulby Yozar Ariadhy beserta staf dan tamu undangan lainnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS Babel, Irawan menyampaikan, pertemuan ini sangat penting dilaksanakan, satu di antara tujuannya agar keberadaan, peran dan fungsi kampus menjadi lebih terlihat apalagi adanya Ombusman RI. Diapun berharap pihaknya dapat memberikan kontribusi nyata sesuai dengan peran dan fungainya.</p><p>&nbsp;</p><p>" Mudah-mudahan silahturahmi ini berjalan dengan baik, mengenai keterlibatan kami di sini kami akan berkontribusi semampunya, misal sebelumnya kami juga pernah bekerjasama dan itu berjalan baik. Harapan kededepannya kami undangan semua pihak di lingkungan IAIN ini bisa memberikan kontribuainya, "kata Irawan</p><p>&nbsp;</p><p>Sementata Kepala Perwakilan Ombusman Republik Indonesia perwakilan Bangka Belitung, Sulby Yozar Ariadhy dalam sambutannya mengatakan, peran kampus sangat penting disektor yang digelutinya saat ini, maka dari itu pihaknya melakukan kerjasama dengan IAIN SAS Babel.</p><p>&nbsp;</p><p>Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan IAIN SAS Babel dalam menangani aduan dari masyarakat. Hal ini kemudian menjadi inisiasi dalam melihat peluang kerjasama.</p><p>&nbsp;</p><p>"Pekerjaan kami ini sangat luas, ibaratnya seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan publik kami pantau, dengan jumlah personil dan jangkauan yang terbatas kami sangat memerlukan pihak-pihak yang kompeten dibidangnya, salah satu yakni IAIN SAS Babel," katanya</p><p>&nbsp;</p><p>Sulby berharap kerjasama ini bisa memberikan dampak baik bagi masyarakat terutama kaitannya dengan sektor pelayanan publik. (*)</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>SPI IAIN SAS Babel Hadiri Rapat Pelaksanaan Anggaran 2025</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-hadiri-rapat-pelaksanaan-anggaran-2025</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-hadiri-rapat-pelaksanaan-anggaran-2025</guid>
				<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 04:17:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>&nbsp;</p><p>IAIN SAS BABEL-- Satuan Pengawas Internal (SPI), Institut Agama IsIam Negeri (IAIN), Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS), Bangka Belitung (Babel) menghadiri rapat pelaksana anggaran di ruang rapat IAIN SAS Babel, Selasa (21/01/2025).</p><p>&nbsp;</p><p>Kegiatan ini dihadiri, Wakil Rektor Satu IAIN SAS Babel, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Kasubag TUPRT, Tim SPI, Tim Keuangan, Tim Perencanaan, dan lainnya.</p><p>Dalam pemaparannya, Kepala SPI IAIN SAS Babel, Muhamad Edy Waluyo menyampaikan evaluasi kegiatan tahun anggaran 2024 dan berbagai perbaikan dan usulan untuk 2025.</p><p>" Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksana anggaran tahun 2024, memang tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap tahun itu selalu ada beragam tantangan yang dihadapi, misalnya proses pencairan kegiatan yang telah terlaksana mulai dari ajuan, kelengkapan berkas hingga lamanya pencairannya, " ungkap Edy</p><p>" Mudah-mudahan tahun 2025 ini semua permasalahan yang ada kita maksimalkan, dengan adanya koorsinasi inilah salah satu contonya. Misalnya soal ajuan pencairan tadi, kita sederhanakan prosesnya namun tidak menghilangkan aspek penting, tujuannya agar tidak menghambat yang lainnya," lanjutnya</p><p>Disisi lain, sekretaris SPI, Himatul Ulyah juga menyampaikan beragam hal terkait evaluasi kegiatan tahun 2024 dan perbaikan untuk tahun 2025.</p><p>Misalnya soal penekankan pentingnya pemisahan tupoksi SPI hingga PPK, penggunaan aplikasi untuk keterbukaan informasi seperti revisi anggaran, kepatuhan terhadap SOP dan masih banyak lagi lainnya.</p><p>Sementara, Wakil Rektor Satu IAIN SAS Babel, Prof. Dr. H. Hatamar M.Ag dalam sambutannya menekankan pentingnya penggunaan anggaran negara yang tepat dan sesuai perencanaan.</p><p>Terlepas dari hal itu, katanya, koordinasi dan evaluasi juga tak kalah penting agar penggunaan anggaran sesuai dengan yang diharapkan dan terserap dengan baik.</p><p>&nbsp;</p><p>" Harapan kita tentunya semua hal yang baik itu selalu menyertai, tidak terkecuali hal-hal yang berkaitan dengan anggaran di institusi kita. Koordinasi, Revisi, evaluasi, itu hal yang sangat penting dan harus terjadwal, " terangnya(*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Tolak Nepotisme dan Gratifikasi di Lingkungan Kampus</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/budayakan-tolak-nepotisme-dan-gratifikasi-di-lingkungan-kampus</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/budayakan-tolak-nepotisme-dan-gratifikasi-di-lingkungan-kampus</guid>
				<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 09:37:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>&nbsp;</p><p>Nepotisme dan gratifikasi merupakan dua bentuk perilaku yang seringkali merusak tata kelola di berbagai institusi, termasuk di lingkungan kampus. Meski terdengar seperti praktik yang hanya terjadi di dunia korporasi atau pemerintahan, kenyataannya, kedua hal ini bisa merambah ke dalam dunia pendidikan dan berpotensi merusak integritas serta kualitas pengelolaan kampus. Oleh karena itu, penting untuk membudayakan penolakan terhadap praktik nepotisme dan gratifikasi di lingkungan kampus untuk menciptakan suasana yang adil, profesional, dan bebas dari korupsi.</p><p>&nbsp;Apa Itu Nepotisme dan Gratifikasi?</p><p>&nbsp;</p><p>Nepotisme adalah praktik memberikan keistimewaan atau keuntungan kepada kerabat, teman dekat, atau orang yang memiliki hubungan personal dalam hal pekerjaan atau kesempatan lain, meskipun individu tersebut tidak memenuhi syarat atau kualifikasi yang dibutuhkan. Dalam konteks kampus, hal ini bisa terjadi dalam berbagai aspek, seperti penerimaan mahasiswa, penerimaan dosen atau staf, serta pemberian beasiswa atau jabatan.</p><p>&nbsp;</p><p>Sementara itu, gratifikasi &nbsp;merujuk pada pemberian hadiah, uang, atau fasilitas lainnya yang diberikan dengan maksud tertentu, seperti sebagai imbalan atas layanan atau keputusan yang menguntungkan pihak pemberi. Gratifikasi dapat terjadi dalam banyak bentuk, baik dalam bentuk uang langsung, tiket perjalanan, atau bahkan fasilitas yang tidak wajar.</p><p>Mengapa Nepotisme dan Gratifikasi Berbahaya?</p><p>&nbsp;</p><p>Kedua praktik ini memiliki dampak yang sangat negatif terhadap kualitas dan keberlanjutan suatu institusi, terutama di lingkungan pendidikan tinggi, yang seharusnya menjadi wadah untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berintegritas.</p><p>1. Merusak Integritas dan Kredibilitas Kampus&nbsp;</p><p>&nbsp; Ketika penerimaan mahasiswa, dosen, atau staf dilakukan berdasarkan hubungan pribadi, bukan berdasarkan kompetensi, maka kualitas pendidikan di kampus bisa terganggu. Hal ini juga bisa merusak reputasi kampus di mata masyarakat dan pihak eksternal lainnya.</p><p>2. Menyebabkan Ketidakadilan&nbsp;</p><p>&nbsp; Nepotisme dan gratifikasi menciptakan ketidakadilan bagi individu yang berkompeten namun tidak memiliki hubungan khusus. Ini bisa menyebabkan perasaan kecewa dan tidak puas di kalangan civitas akademika, mengurangi semangat bekerja keras, dan menciptakan iklim kerja yang tidak sehat.</p><p>3.Meningkatkan Risiko Korupsi&nbsp;</p><p>&nbsp; Gratifikasi dapat menjadi pintu masuk bagi tindakan korupsi. Sebagai contoh, pemberian gratifikasi untuk memperoleh jabatan atau akses tertentu dapat menciptakan pola yang merugikan institusi dan masyarakat. Pemberian hadiah atau uang dalam bentuk gratifikasi dapat mengarah pada keputusan yang tidak objektif, yang akhirnya merugikan kepentingan kampus dan masyarakat luas.</p><p>4. Mengurangi Efektivitas dan Kinerja Institusi</p><p>&nbsp; Ketika promosi atau penugasan hanya didasarkan pada kedekatan pribadi, bukan prestasi atau kualifikasi, maka kinerja institusi akan terganggu. Posisi-posisi penting dalam organisasi kampus diisi oleh individu yang tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang memadai, yang akhirnya menurunkan efektivitas operasional kampus.</p><p>Cara Membudayakan Penolakan terhadap Nepotisme dan Gratifikasi di Kampus</p><p>Untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari nepotisme dan gratifikasi, kampus perlu mengambil beberapa langkah strategis yang dapat membentuk budaya yang lebih transparan, adil, dan profesional:</p><p>1. Menerapkan Kebijakan yang Jelas dan Tegas</p><p>&nbsp; Kampus perlu memiliki kebijakan yang jelas mengenai larangan nepotisme dan gratifikasi, yang mencakup definisi, contoh kasus, serta sanksi yang diberikan. Sosialisasi kebijakan ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh civitas akademika memahami dan mendukung aturan yang ada.</p><p>2.Membangun Sistem Rekrutmen dan Promosi yang Transparan</p><p>&nbsp; Proses rekrutmen, baik untuk posisi dosen, staf, maupun mahasiswa, harus dilaksanakan secara transparan dan berdasarkan kualifikasi yang objektif. Menggunakan sistem seleksi berbasis kompetensi, seperti tes atau wawancara yang terstandarisasi, dapat membantu mengurangi potensi nepotisme.</p><p>3. Memberikan Pelatihan Etika dan Anti-Korupsi</p><p>&nbsp; Kampus sebaiknya menyelenggarakan pelatihan atau seminar tentang etika, integritas, dan anti-korupsi bagi semua civitas akademika. Ini akan menambah kesadaran tentang pentingnya menjaga perilaku yang jujur dan objektif dalam berbagai aspek kehidupan kampus.</p><p>4. Mendorong Pelaporan yang Aman dan Anonim</p><p>&nbsp; Agar praktik nepotisme dan gratifikasi dapat terdeteksi dan ditindaklanjuti, kampus harus menyediakan saluran pelaporan yang aman dan anonim bagi mereka yang ingin melaporkan tindakan yang melanggar aturan. Saluran ini harus dikelola dengan baik untuk memastikan bahwa tidak ada intimidasi atau tindakan balasan terhadap pelapor.</p><p>5. Menguatkan Pengawasan Internal</p><p>&nbsp; Satuan Pengawas Internal (SPI) atau lembaga pengawasan kampus perlu dilibatkan dalam memantau semua aktivitas yang berpotensi melibatkan nepotisme dan gratifikasi. SPI harus memiliki independensi yang kuat untuk menjalankan tugasnya tanpa adanya campur tangan dari pihak-pihak tertentu.</p><p>6. Menegakkan Sanksi yang Tegas dan Adil</p><p>&nbsp; Setiap bentuk pelanggaran terhadap kebijakan anti-nepotisme dan anti-gratifikasi harus ditanggapi dengan sanksi yang jelas dan tegas. Tanpa adanya sanksi yang berarti, kebijakan yang telah dibuat tidak akan memiliki dampak yang signifikan dalam mencegah praktik-praktik yang merugikan.</p><p>Menjadi Contoh yang Baik</p><p>&nbsp;</p><p>Penting bagi pimpinan kampus, mulai dari rektor hingga dekan fakultas, untuk menjadi contoh dalam menanggulangi nepotisme dan gratifikasi. Keteladanan yang diberikan oleh pimpinan akan menjadi acuan bagi seluruh civitas akademika untuk turut mengimplementasikan budaya anti-nepotisme dan anti-gratifikasi dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>Kesimpulan</p><p>Membangun budaya yang menolak nepotisme dan gratifikasi di lingkungan kampus bukanlah hal yang mudah, namun sangat penting untuk memastikan bahwa kampus tetap menjadi lembaga pendidikan yang berintegritas, profesional, dan transparan. Dengan kebijakan yang jelas, sistem yang transparan, serta pengawasan yang ketat, kita dapat menciptakan lingkungan kampus yang adil dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan, sehingga menghasilkan generasi yang berkualitas dan beretika tinggi.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Bahaya Korupsi, Nepotisme, Kolusi, dan Gratifikasi</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/bahaya-korupsi-nepotisme-kolusi-dan-gratifikasi</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/bahaya-korupsi-nepotisme-kolusi-dan-gratifikasi</guid>
				<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 03:54:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Korupsi, nepotisme, kolusi, dan gratifikasi merupakan empat istilah yang sering kali beriringan dalam konteks penyalahgunaan kekuasaan dan pengelolaan sumber daya. Masing-masing memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat, pemerintahan, dan ekonomi. Bahaya yang ditimbulkan oleh praktik-praktik tersebut, sering kali tidak di sadari tapi berdampak besar.</p><p style="text-align:justify;"><strong>1. Korupsi</strong></p><p style="text-align:justify;">Korupsi merujuk pada penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menciptakan ketidakadilan sosial. Beberapa dampak korupsi di antaranya adalah:</p><ul><li style="text-align:justify;"><strong>Kerugian Ekonomi</strong>: Korupsi mengalihkan sumber daya yang seharusnya digunakan untuk pembangunan publik, seperti infrastruktur dan layanan kesehatan.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Kehilangan Kepercayaan Publik</strong>: Masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi pemerintah, yang dapat mengakibatkan apatisme dan ketidakpuasan sosial.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Peningkatan Ketidaksetaraan</strong>: Korupsi sering kali memperburuk kondisi ekonomi kelompok masyarakat yang kurang beruntung.</li></ul><p style="text-align:justify;"><strong>2. Nepotisme</strong></p><p style="text-align:justify;">Nepotisme adalah praktik memberikan keuntungan atau jabatan kepada anggota keluarga atau teman dekat tanpa memperhatikan kualifikasi. Bahaya nepotisme sendiri mencakup:</p><ul><li style="text-align:justify;"><strong>Kualitas Layanan yang Menurun</strong>: Jika posisi diisi oleh individu yang tidak memenuhi syarat, maka kualitas layanan publik akan menurun.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Peluang Kerja yang Tidak Adil</strong>: Nepotisme menciptakan ketidakadilan di pasar tenaga kerja, menghalangi orang-orang yang lebih kompeten.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Menciptakan Lingkungan Kerja yang Buruk</strong>: Karyawan yang merasa tidak dihargai akan cenderung merasa demotivasi dan tidak bersemangat dalam bekerja.</li></ul><p style="text-align:justify;"><strong>3. Kolusi</strong></p><p style="text-align:justify;">Kolusi terjadi ketika dua pihak atau lebih bekerja sama secara diam-diam untuk mencapai tujuan yang merugikan pihak lain atau masyarakat. Bahaya kolusi antara lain:</p><ul><li style="text-align:justify;"><strong>Kecurangan dalam Proses Pengadaan</strong>: Praktik kolusi sering muncul dalam tender proyek, di mana pihak-pihak tertentu bekerja sama untuk memenangkan tender dengan cara yang tidak etis.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Menutup Akses bagi Peserta Lain</strong>: Kolusi mengurangi persaingan yang sehat, sehingga menghambat inovasi dan efisiensi dalam sektor bisnis.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Menimbulkan Ketidakadilan</strong>: Masyarakat akan merasa dirugikan ketika keputusan diambil berdasarkan kepentingan pribadi, bukan kepentingan umum.</li></ul><p style="text-align:justify;"><strong>4. Gratifikasi</strong></p><p style="text-align:justify;">Gratifikasi adalah pemberian hadiah atau imbalan kepada pejabat publik untuk mempengaruhi keputusan. Ini dapat memiliki dampak buruk seperti:</p><ul><li style="text-align:justify;"><strong>Pengaruh yang Tidak Sehat</strong>: Gratifikasi dapat mempengaruhi kebijakan publik dan keputusan yang diambil oleh pejabat.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Kepentingan Pribadi di Atas Kepentingan Publik</strong>: Pejabat yang menerima gratifikasi sering kali mengutamakan kepentingan pemberi hadiah dibandingkan kepentingan masyarakat.</li><li style="text-align:justify;"><strong>Meningkatkan Korupsi</strong>: Gratifikasi dapat menjadi pintu masuk bagi praktik korupsi yang lebih luas.</li></ul><p style="text-align:justify;">Korupsi, nepotisme, kolusi, dan gratifikasi adalah praktik yang merugikan masyarakat dan pembangunan suatu negara. Penting bagi kita untuk menyadari bahaya-bahaya ini dan berkomitmen untuk mencegah serta melawan praktik-praktik tidak etis tersebut. Dengan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat, kita dapat membangun lingkungan yang lebih baik dan berkeadilan. Melalui edukasi dan kesadaran, kita bisa bersama-sama menciptakan perubahan positif dan memastikan bahwa sumber daya dikelola dengan baik untuk kepentingan semua.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pentingnya Manajeman Risiko Pada Lembaga</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/pentingnya-manajeman-risiko-pada-lembaga</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/pentingnya-manajeman-risiko-pada-lembaga</guid>
				<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 10:17:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>&nbsp;</p><p>IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Kepala internal audit UIN Raden Fatah Palembang, Deky Anwar, dalam rapat rapat kerja 2025 IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik Bangka Belitung menyampaikan pentingnya melakukan manajemen risiko dalam sebuah lembaga.</p><p>Satu di antara tujuannya adalah melakukan mitigasi atau melacak sumber-sumber yang berpotensi mengancam tercapainya tujuan organisasi. Kemudian menyediakan informasi tentang sumber risiko.</p><p>" Tujuan lainnya adalah bisa meminimalisir kerugian akibat terjadinya risiko, lalu bisa memberikan rasa aman bagi stakeholder karena risiko telah dipetakan dan bisa juga menjaga stabilitas dan Pertumbuhan organisasi," ungkap Deky</p><p>Deky menjelaskan, tujuan dari manajemen risiko adalah menyediakan informasi tentang risiko yang ada dilembaga atau perusahan, sehingga dapat dilakukan upaya untuk meminimalisirnya atau bahkan mencegah agar tidak terjadi. Adapun upaya yang dilakukan disebut mitigaai risiko.</p><p>Mitigasi risiko adalah tindakan yang bertujuan untuk menurunkan level risiko utama hingga mencapai residual harapan. Maksudnya resiko yang paling kecil dari menurunkan besaran risiko utama.</p><p>Untuk mencapai residu harapan diperlukan tindakan-tindakan mitigasi atau penanganan risiko, hal ini dibagi lima. Pertama mengurangi kemungkinan terjadinya risiko, kedua menanungi dampak risiko, ketiga membagi (sharing) risiko, keempat menghindari risiko dan kelima menerima risiko.</p><p>" Buatlah peta risiko di lembaga tersebut, kemudian analisis penyebabnya, kalau sudah tau penyebabnya ambil tindakan, bisa juga risiko tersebut dibagikan ke yang lain. Bisa juga hentikan kegiatan yang berpotensi menyebabkan risiko atau malah membiarkannya dan tidak mengambil tindakan," papar Deky</p><p>Lebih jauh Deky mengatakan, peran pimpinan sangat diperlukan dalam proses membentuk sadar risiko. Hal tersebut sesuai dengan sifat pengelolaan risiko yang mengedapankan akuntabilitas dan konsistensi dari pemimpin untuk membawa arah perubahan di organisasi dengan pendekatan inovatif.</p><p>Dalam jangka panjang, budaya sadar risiko yang terbentuk dari adanya kepemimpinan akan mempengaruhi cara pandang, cara berprilaku, serta norma individu.</p><p>Sebagai informasi kegiatan manajeman risiko saat Raker IAIN Syaikh Abdurrahman siddik Bangka Belitung 2025 ini tidak hanya materi, tetapi praktik memetakan atau mitigasi risiko langsung oleh Dr. Elfira Rosa Pane, anggota SPI UIN Raden Fatah Palembang.</p><p>Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Direktur dan wakil Direktur beserta Kaprodi di Pascasarjana, Dekan, wakil dekan, Kabag Tu, Kaprodi di Fakultas Tarbiyah, pejabat di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Pejabat di lingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, kepala unit, lembaga termasuk SPI serta undangan lainnya. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>SPI Hadiri Raker IAIN SAS Bangka Belitung 2025</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-hadiri-raker-iain-sas-bangka-belitung-2025</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-hadiri-raker-iain-sas-bangka-belitung-2025</guid>
				<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 09:07:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Satuan Pengawas Internal (SPI), Institut Agama IsIam Negeri (IAIN), Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS), Bangka Belitung (Babel) hadiri rapat kerja (Raker) 2025 di Tanjung Pesona, Bangka, Kamis hingga Minggu (19-22 September 2024).</p><p>Rapat kerja ini dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Direktur dan wakil Direktur beserta Kaprodi di Pascasarjana, Dekan, wakil dekan, Kabag Tu, Kaprodi di Fakultas Tarbiyah, pejabat di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Pejabat di lingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, kepala unit, lembaga termasuk SPI serta undangan lainnya.</p><p>Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Irawan., M.S.I, menyampaikan beberapa hal, termasuk arah kebijakan kampus untuk tahun 2025.</p><p>Selain itu Rektor mengevaluasi kebijakan, kegiatan, perkembangan kampus di tahun-tahun sebelumnya dan yang sedang berjalan. Termasuk mengingatkan pentingnya kedisiplinan pegawai, akreditasi kampus fakultas dan lainnya.</p><p>" Terimakasih kepada rekan-rekan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di Raker ini, ada banyak hal yang akan disampaikan, termasuk arah kebijakan IAIN SAS Babel tahun 2025 nantinya agar sesuai dengan yang kita harapkan bersama," ungkap Irawan</p><p>Sementara Kepala Biro AUAK IAIN SAS Babel 2024, H. Yayat Supriadi, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, rapat ini penting dilakukan untuk kemajuan kampus kedepannya sekaligus menentukan arah perjalanan kedepan dan mengevaluasi tahun-tahun sebelumnya untuk perbaikan mendatang.</p><p>" Rapat ini bisa dibilang krusial karena menyangkut anggaran 2025, nanti akan ada arahan dari Rektor terkait arah kebijakan kampus tahun mendatang juga prioritas kita kedepannya sekaligus evaluasi," ungkapnya</p><p>Dalam Raker ini tidak hanya membahas prioritas pengembangan kampus di tahun mendatang, tetapi ada juga pembahasan materi dari SPI mengenai mitigasi resiko.</p><p>Ada juga praktik pemetaan risiko di unit hingga lembaga masing-masing di IAIN, dengan harapan agar risiko yang ada bisa diketahui dan diatasi sedini mungkin.</p><p>Selain itu materi tentang bagaimana perjalanan dinas luar negeri,seperti persyaratannya, bagaimana memperoleh izinnya, tata cara pelaksanaannya dan sebaginya.</p><p>Materi tentang indikator kinerja pelaksanaan anggaran (IKPA) , revisi, rencana penarikan dana dari DJPb Provisi Bangka Belitung dan soaialisasi PMK SBM tahun 2025 dari Direktorat Jendral Anggaran Kementrian Keuangan. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>SPI IAIN SAS Babel Hadiri FGD SPI PTKAIN di UIN Tulungagung</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-hadiri-fgd-spi-ptkain-di-uin-tulungagung</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-hadiri-fgd-spi-ptkain-di-uin-tulungagung</guid>
				<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>&nbsp;</p><p>IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Satuan Pengawas Internal (SPI), Institut Agama IsIam Negeri (IAIN), Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS), Bangka Belitung (Babel), hadiri dalam Focus Group Discussion (FGD), SPI seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)di Universitas Islam Negeri (UIN) Tulungagung.</p><p>Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 3-5 September 2024 ini dihadiri langsung oleh Inspektur Jendral Kementerian Agama, Faisal Ali Hakim.</p><p>Dalam arahannya, Faisal menegaskan pentingnya pencegahan korupsi dan SPI harus mempunyai serta mengambil peran dalam hal mitigasi atau pencegahan terjadinya korupsi. Hadir sebagai pembicara pada kesempatan ini adalah Dian Novianthu. Memaparkan tentang pencegahan korupsi di perguruan tinggi melalui penguatan integritas.</p><p>" Di setiap satker harus ada Unit Pengendali Korupsi (UPG) dan satgas anti korupsi. Hal-hal yang mengandung unsur korupsi, kolusi dan nepotisme dapat dilaporkan dan dimitigasi, " ungkap Dian</p><p>" Menghilangkan budaya KKN harus dimulai dari diri kita sendiri, dengan tidak mentolerir segala bentuk KKN," lanjut Dian</p><p>Disisi lain, San Rudianto, pembicara kedua pada kegiatan ini sekaligus tim ahli SPI Universitas Brawijaya Malang menyampaikan tentang peran SPI dalam pencegahan korupsi di perguruan tinggi.</p><p>Ia mengatakan SPI saat ini berperan bukan lagi sebagai polisi, tetapi sebagai fatner yang diharapkan dapat berfungsi sebagai konsultan dan pemberi perlindungan. Sehingga penting adanya mitigasi risiko melalui manajemen risiko.</p><p>Kegiatan FGD ini tidak hanya paparan materi dari narasumber yang dihadirkan. Tetapi ada juga sesi diskusi antar SPI di semua PTKIN yang hadir.</p><p>Pembahasannya mengenai kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia di SPI, perlunya pelatihan dan sertifikasi bagi anggota, kerangka kerja tahunan SPI hingga usulan honor bagi pengelola SPI.</p><p>Sebagai informasi, tim SPI IAIN SAS Babel yang menghadiri kegiatan ini Kepala SPI, Muhamad Edy Waluyo, M.S.I dan Sekretaris SPI Himmatul Ulyah, M.A., CATr, CPIA. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>SPI IAIN SAS Babel Lakukan Monitoring KKN Di Beltim, Kades-Kades Minta Kepulangan Mahasiswa Ditunda</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-lakukan-monitoring-kkn-di-beltim-kades-kades-minta-kepulangan-mahasiswa-ditunda</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-lakukan-monitoring-kkn-di-beltim-kades-kades-minta-kepulangan-mahasiswa-ditunda</guid>
				<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 10:40:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Institut Agama IsIam Negeri (IAIN), Syaikh Abdurrahman Siddik &nbsp;Bangka Belitung 2024 di Belitung Timur (Beltim) tinggal menghitung hari.</p><p>Kegiatan KKN yang mengusung tema Moderasi Beragama ini diberangkatkan tanggal 26 Juni 2024 dan berakhir 4 Agustus 2024.</p><p>Satuan Pengawas Internal (SPI), IAIN SAS Babel dalam kesempatan ini melakukan monitoring dan pengawasan terkait pelaksanaan KKN, yang meliputi mahasiswa sebagai peserta KKN di beberapa posko, masyarakat hingga pemerintah desa di Beltim. (Rabu, 31/7/2024) sampai Kamis (1/8/2024).</p><p>Kepada Kepala SPI IAIN SAS Babel, Muhammad Edy Waluyo, Kepala Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Djus'an mengatakan merasa sangat terbantu dalam berbagai kegiatan di desanya dengan adanya mahasiswa KKN.</p><p>Ia sangat berharap waktu pelaksanaan KKN bisa ditambah dari jadwal yang telah ditentukan. Karena menurutnya terlalu singkat, sedangkan keberadaan mereka diingkan pihak desa.</p><p>"Kalau bisa ditambahlah waktu pelaksanaan anak KKN ini, kami dari pihak desa sangat terbantu. Terbantu dalam artian memberikan pemahaman ide-ide cemerlangnya untuk desa termasuk kegiatan sosial keagamaan hingga pentingnya pendidikan bagi generasi muda," terangnya</p><p>Selama berada di lingkungan desa, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel mudah membaur dengan masyarakat yang diiringi kesantunan dan keluhuran budi pekerti.</p><p>Program kerja yang dijalankan sesuai dengan tema pelaksanaan KKN. Mereka juga terlibat dalam membantu dan mendukung kegiatan yang ada di desa.</p><p>"Misalnya mereka memberikan penyuluhan kepada generasi muda, membantu mengajar di sekolah, terlibat dalam persiapan gotong royong di desa hingga persiapan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," tegasnya</p><p>Di sisi lain, Sekretaris Desa Renggiang Kecamatan Simpang Renggiang, Juli menuturkan hal tidak jauh berbeda tentang waktu kepulangan mahasiswa KKN.</p><p>Menurutnya, waktu kepulangan bisa ditunda atau pelaksanaan KKN IAIN bisa ditambah. Mahasiswa KKN kemudian bisa melanjutkan program kerjanya di desa Renggiang.</p><p>"Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel ini sangat baik secara sikap dan perilakunya, tidak ada permasalahan selama mereka berinteraksi dengan masyarakat desa, program kerja mereka juga memberikan manfaat, seperti dalam bidang pendidikan, keagamaan dan mendukung kegiatan di desa. Sebetulnya kalau bisa ditambah waktu mereka ini, kami dari pihak desa sangat menerima dan mendukung," tuturnya.</p><p>Kadus Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Alfi Fadillah juga menyampaikan hal serupa tetang pelaksanaan KKN IAIN SAS Babel bisa diperpanjang. Ia berharap juga bisa lebih dekat dalam berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan mereka.</p><p>Sementara di posko Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Desriansyah mengaku senang bisa ikut terlibat dalam KKN di Beltim.</p><p>Menurutnya, masyarakat di Desa Buding sangat mendukung adanya mahasiswa KKN, terbukti dalam setiap kegiatan yang dilakukan pihaknya selalu disambut antusias oleh masyarakat.</p><p>"Misalnya pada waktu perayaan Muharram kemarin, kami melaksanakan program keagamaan sangat meriah, baik itu Pemerintah Desa sampai masyarakat terlibat memeriahkannya. Program kerja kami lainnya juga didukung mereka," ungkap Desriansyah</p><p>Mahasiswa KKN di Desa Padang, Kecamatan Manggar, Sumartina juga mengatakan hal serupa tentang kehadiran dan pelaksanaan kegiatan KKN di wilayah mereka.</p><p>"Secara umum kami sangat betah dan terbantu dalam melaksanakan KKN dan menjalankan program kerja yang telah dibuat, kami didukung desa dan masyarakat setempat dalam menjalankannya," kata Sumartina .</p><p>Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Drs. Burhanuddin di rumah dinasnya mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya terhadap IAIN yang memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Daerah Beltim sebagai lokasi KKN. Lebih lanjut bapak Bupati berharap bahwa mahasiswa peserta KKN dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan kegiatan yang inovatif, kreatif, serta memiliki dampak jangka panjang yang positif. Kemudian program-program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk-bentuk lain bisa terus dikembangkan sehingga dapat memperkuat IAIN SAS Babel dan Pemerintah Daerah Belitung Timur dalam skema simbiosis mutalisme(*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>SPI IAIN SAS Babel Lakukan Monitoring dan Pengawasan Pelaksanaan KKN 2024 Di Kabupaten Bangka Barat</title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-lakukan-monitoring-dan-pengawasan-pelaksanaan-kkn-2024-di-kabupaten-bangka-barat</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/spi-iain-sas-babel-lakukan-monitoring-dan-pengawasan-pelaksanaan-kkn-2024-di-kabupaten-bangka-barat</guid>
				<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 10:25:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>&nbsp;IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Satuan Pengawas Internal (SPI), Institut Agama IsIam Negeri (IAIN),Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS), Bangka Belitung (Babel), melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan &nbsp;Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2024 di Kabupaten Bangka Barat.</p><p>&nbsp;</p><p>IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Satuan Pengawasan Internal (SPI), Institut Agama IsIam Negeri (IAIN),Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS), Bangka Belitung (Babel), melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan &nbsp;Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2024 di Kabupaten Bangka Barat.</p><p>Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (29-30 Juli 2024), dengan mendatangi posko atau tempat tinggal mahasiswa, berdialog dengan warga &nbsp;hingga aparat pemerintah desa setempat.</p><p>"Kegiatan ini penting dilakukan, salah satunya untuk melihat sejauh mana pelaksanaan kegiatan KKN berjalan, harapannya ada feedback dan ke depannya semakin baik, baik ditingkat institut, mahasiswa yang menjalankannya hingga pemangku kebijakan," ungkap sekretaris SPI IAIN SAS Babel, Himmatul Ulyah</p><p>Ditemui terpisah, Kepala Desa (Kades) Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Harianto, menyampaikan, desanya menyambut baik adanya mahasiswa KKN di wilayahnya.</p><p>Mereka merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Misalnya kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan hingga ide-ide untuk pengembangan desa.</p><p>"Kami sangat menyambut baik adanya anak-anak KKN, seandainya tahun pelaksanaannya masih di desa kami, maka akan kami terima dengan senang hati. Tentunya kehadiran mereka sangat berdampak bagi masyarakat, misalnya program-program yang mereka lakukan, seperti bidang pendidikan, keagamaan, gotong royong dan lainnya," jelas Harianto</p><p>Menurutnya KKN yang dilakukan mahasiswa sangat baik, apalagi dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam hal ini pihaknyapun memberikan usulan agar memperluas jangkauan mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaannya. Selain itu waktunya dapat diperpanjang.</p><p>"Desa Tugang ini memiliki dua sektor potensial yang dapat dikembangkan, yakni pertanian dan pariwisata, disamping ada juga sektor-sektor lainnya. Kami sangat butuh ide atau apalah agar ini bisa dikembangkan atau tersampaikan di masyarakat," ungkapnya</p><p>Sama halnya dengan Sekretaris Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Deni Arianza, terkait pelaksanaan KKN di desanya. Sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif.</p><p>Kegiatan sosial kemasyarakatan hingga keagamaan di wilayahnya menggeliat semenjak hadirnya mahasiswa KKN. Pemuda pemudi lebih semangat dengan hadirnya mereka.</p><p>"Harapannya desa kami menjadi lebih baik, kami juga mengharapkan mahasiswa waktu pelaksanaan KKN &nbsp;diperpanjang, misalkan beberapa bulan. Karena masyarakat sangat terbantu, ide-ide mereka sangat dibutuhkan, terlebih bisa memberikan contoh ke generasi penerus di desa kami tentang pentingnya pendidikan, mereka juga selalu berkoordinasi dengan desa jika ada kegiatan," ucapnya.</p><p>Di sisi lain, Kadus Ketap, Bahtiar, menerangkan hal yang tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Sekdes Ketap. Adanya mahasiswa KKN sangat penting bagi masyarakat.</p><p>"Pada dasarnya kalau perilaku atau sikap anak KKN selama berada di desa baik, dengan warga itu ramah dan sopan misalnya menyapa bahkan ikut membantu warga kalau ada hajatan," kata Bahtiar.</p><p>"Ke depan kami sangat terbuka adanya mahasiswa KKN, bila perlu waktunya bisa lebih dari satu bulan. Selain itu program kerja menyesuaikan dengan desa, dan mereka bisa memberikan semangat bagi generasi yang ada di desa agar memahami pentingnya pendidikan," lanjut Bahtiar.</p><p>Ketua kelompok KKN Desa Sinar Manik, Kecamatan Jebus, Ahmad Fidinil Kholis menyampaikan, pihaknya memiliki dua program pokok dalam pelaksanaan KKN di wilayahnya. Kedua program tersebut didukung oleh program-program individu anggota dan sinergi dengan program yang ada di desa.</p><p>"Program pokok kelompok kami yakni perpustakaan desa, lebih tepatnya pengembangan perpustakaan desa setempat. Program tersebut telah melalui koordinasi dengan pembimbing, team KKN hingga desa. Selain itu kami juga memiliki program dari masing-masing anggota, ada juga program yang berkolaborasi dengan pihak Pemdes. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar," ujar</p><p>Anggota KKN di Desa Ketap, Nabela Pujiduwanti mengaku tidak memiliki kendala dalam pelaksanaan KKN, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pembimbing jika ada hal yang membingungkan, selain itu pihak desa mendukung penuh aktivitas mereka. Diapun berharap pelaksanaan KKN selanjutnya semakin baik.(*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/agenda/rapat-persamaan-persepsi-penilaian-sakip</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/agenda/rapat-persamaan-persepsi-penilaian-sakip</guid>
				<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 10:42:27 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Tim Perencanaan dan SPI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan rapat persamaan persepsi Penilaian SAKIP di Ruang Rapat Lt. 2 Gedung Terpadu.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://spi.iainsasbabel.ac.id/agenda/rapat-koordinasi-pengisian-maturitas-spip</link>
				<guid>https://spi.iainsasbabel.ac.id/agenda/rapat-koordinasi-pengisian-maturitas-spip</guid>
				<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 09:18:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
	</channel>
</rss>