IAIN SAS BABEL, BANGKA-- Kepala internal audit UIN Raden Fatah Palembang, Deky Anwar, dalam rapat rapat kerja 2025 IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik Bangka Belitung menyampaikan pentingnya melakukan manajemen risiko dalam sebuah lembaga.
Satu di antara tujuannya adalah melakukan mitigasi atau melacak sumber-sumber yang berpotensi mengancam tercapainya tujuan organisasi. Kemudian menyediakan informasi tentang sumber risiko.
" Tujuan lainnya adalah bisa meminimalisir kerugian akibat terjadinya risiko, lalu bisa memberikan rasa aman bagi stakeholder karena risiko telah dipetakan dan bisa juga menjaga stabilitas dan Pertumbuhan organisasi," ungkap Deky
Deky menjelaskan, tujuan dari manajemen risiko adalah menyediakan informasi tentang risiko yang ada dilembaga atau perusahan, sehingga dapat dilakukan upaya untuk meminimalisirnya atau bahkan mencegah agar tidak terjadi. Adapun upaya yang dilakukan disebut mitigaai risiko.
Mitigasi risiko adalah tindakan yang bertujuan untuk menurunkan level risiko utama hingga mencapai residual harapan. Maksudnya resiko yang paling kecil dari menurunkan besaran risiko utama.
Untuk mencapai residu harapan diperlukan tindakan-tindakan mitigasi atau penanganan risiko, hal ini dibagi lima. Pertama mengurangi kemungkinan terjadinya risiko, kedua menanungi dampak risiko, ketiga membagi (sharing) risiko, keempat menghindari risiko dan kelima menerima risiko.
" Buatlah peta risiko di lembaga tersebut, kemudian analisis penyebabnya, kalau sudah tau penyebabnya ambil tindakan, bisa juga risiko tersebut dibagikan ke yang lain. Bisa juga hentikan kegiatan yang berpotensi menyebabkan risiko atau malah membiarkannya dan tidak mengambil tindakan," papar Deky
Lebih jauh Deky mengatakan, peran pimpinan sangat diperlukan dalam proses membentuk sadar risiko. Hal tersebut sesuai dengan sifat pengelolaan risiko yang mengedapankan akuntabilitas dan konsistensi dari pemimpin untuk membawa arah perubahan di organisasi dengan pendekatan inovatif.
Dalam jangka panjang, budaya sadar risiko yang terbentuk dari adanya kepemimpinan akan mempengaruhi cara pandang, cara berprilaku, serta norma individu.
Sebagai informasi kegiatan manajeman risiko saat Raker IAIN Syaikh Abdurrahman siddik Bangka Belitung 2025 ini tidak hanya materi, tetapi praktik memetakan atau mitigasi risiko langsung oleh Dr. Elfira Rosa Pane, anggota SPI UIN Raden Fatah Palembang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Direktur dan wakil Direktur beserta Kaprodi di Pascasarjana, Dekan, wakil dekan, Kabag Tu, Kaprodi di Fakultas Tarbiyah, pejabat di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Pejabat di lingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, kepala unit, lembaga termasuk SPI serta undangan lainnya. (*)